Bahasa Agama dan
Politik
Oleh: Fahim Khasani
Revolusi
yang terjadi di berbagai negara arab membuat peta perpolitikan kawasan Timur
tengah berubah total. Pasca revolusi, muncul semacam trauma atas tipologi
kepemimpinan masa lalu yang cenderung diktator dan kebal kritik. Ini merupakan
kesempatan emas bagi kelompok-kelompok yang dulu pernah tertindas dan dikebiri
hak-hak politiknya untuk unjuk diri. Tak hanya itu, partai-partai baru dengan
berbagai macam ideology yang diusung tak mau kalah. Mereka mulai bermunculan
dan menjamur bak cendawan tersiram air hujan.
Saat
itu panggung politik lebih seperti panggung pencarian bakat yang lagi marak di
layar kaca. Betapa tidak, partai-partai itu menjajakan semua yang mereka
janjikan sesuai dengan ideologi masing-masing. Kaum nasionalis bangga dengan
slogan nasionalisme yang mereka agung-agungkan. Kaum liberal sibuk dengan
slogan pembebasannya. Kaum islamis tak mau kalah dengan semangat yang berkobar
jargon-jargon islam lantang mereka suarakan. Dan kaum-kaum lainnya yang turut
meramaikan panggung politik.
