Teks Al-Qur'an;
Sebuah Dialektika Kalam dan Alam
[Pembacaan Atas
Walid Munir]
Prolog
Sebagai kalam Ilahi, Al-Qur'an tak henti-hentinya menarik
perhatian para pengkaji. Semenjak 14 abad silam, tepat setelah ayat-ayat ilahi
itu diturunkan kepada nabi Muhammad Saw, Al-Qur'an sudah mendapat tempat
tersendiri di mata sahabat. Ia dibaca, dihafal, bahkan dituliskan di atas batu,
pelepah kurma, tulang kambing, unta atau apapun media yang bisa dipakai untuk
mengabadikannya ke dalam bentuk tulisan. Sebuah perhatian yang barangkali tidak
pernah terjadi pada teks selain Al-Qur'an.
perhatian umat islam terhadap Al-Qur'an ini telah berhasil
membangun sebuah peradaban yang kemudian disebut peradaban islam. Al-Qur'an
sebagai wahyu Tuhan telah banyak mengilhami sarjana muslim untuk meramu
berbagai ilmu. Tidak bisa dipungkiri bahwa keilmuan islam yang berkembang
sedemikian pesat, pada hakikatnya adalah manifestasi dari pancaran kalam Tuhan
itu.



